SEMARANG – Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri mengimbau jangan ada ego sektoral dalam pembangunan Bandara Ngloram di Kabupaten Blora. Sehingga, akhir 2020 ini bandara tersebut bisa segera digunakan, dan menggenjot perekonomian warga.
Menurutnya, Bandara Ngloram tak hanya berdampak pada akses penerbangan ke wilayah yang kaya minyak itu. Dengan adanya fasilitas udara, ia yakin  perekonomian warga di sekitarnya juga ikut terdongkrak.
“Kita sudah melakukan pendekatan dengan Kementrian Perhubungan dan kabupaten (Blora) juga, kita tekankan bahwa Blora adalah milik kita semua. Selama itu (program Pemprov Jateng) untuk mempercepat perekonomian warga, kami akan mendukung. Itu (pertumbuhan ekonomi) nantinya akan lari ke Blora dan kanan kirinya,” ujar Alwin saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (17/1/2020).
Ia menyebut, sinergitas kerja antarinstansi, menjadi kunci pembangunan bandara yang sempat mangkrak selama 30 tahun itu. Untuk pengembangan selanjutnya, bandara tersebut akan dikoneksikan dengan Terminal Tipe A Cepu dan Stasiun Kereta Kapuan. Dengan begitu, setelah mendarat di Ngloram pengguna transportasi udara akan mudah mengakses moda lain.
Disinggung mengenai pendanaan, Alwin membeberkan, legislatif telah menyetujui ajuan anggaran dari eksekutif terkait sharing pembangunan bandara tersebut. Pasalnya, skema pembangunan Ngloram, dibagi menjadi tiga instansi, yakni Kementrian Perhubungan, Pemprov Jateng dan Pemkab Blora.
“Tahun 2020 anggaran untuk Bandara Ngloram sebesar Rp21 miliar. Selain itu ada pembangunan pagar keliling, dan perpanjangan runway menjadi 1600×30 meter,” paparnya.
Di samping Bandara Ngloram, Alwin juga menyoroti pembangunan Bandar Udara Dewadaru di Karimunjawa dan Bandar Udara Jendral Besar Soedirman di Cilacap. Menurutnya, tiga bandara itu menjadi kunci mempercepat pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Jawa Tengah. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)