KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Agglomeration Leadership Award untuk kategori Regional Leadership and Governance, dalam acara Soloraya Impact Award 2026 di Hotel Alana, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (5/11/2026).
Luthfi dinilai mampu membangun ekonomi daerah berbasis wilayah aglomerasi. Bahkan, menjadikan wilayah Solo Raya sebagai percontohan pengembangan aglomerasi ekonomi di Jawa Tengah.
Melalui penghargaan itu, Gubernur Luthfi berharap, pemerintah Provinsi Jawa Tengah bisa terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, membangun suatu daerah tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kolaborasi dengan berbagai pihak. Slogan “toghether we can” (bersama kita bisa) yang sering disampaikan dalam membangun daerah, dapat diimplementasikan melalui banyak hal, termasuk dalam hal aglomerasi wilayah.
Luthfi sengaja menjadikan Solo Raya menjadi percontohan pengembangan wilayah aglomerasi di Jawa Tengah, terutama terkait dengan aglomerasi ekonomi. Kota Surakarta menjadi pusat jasa, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, sementara daerah sekitarnya memiliki kekuatan di sektor industri, pertanian, dan pariwisata alam. Potensi itu bisa dikembangkan dalam satu kesatuan, agar antardaerah bisa saling menopang.
Guna mendukung itu, Pemprov Jateng telah menetapkan Bakorwil Surakarta sebagai pusat koordinasi pengembangan ekonomi Solo Raya pada Februari 2026. Karenanya, tujuh kabupaten/ kota di wilayah tersebut perlu menyinkronkan perencanaan pembangunan, membangun konektivitas infrastruktur dan transportasi, investasi, serta pengembangan potensi ekonomi lintas daerah.
Dengan begitu, wilayah aglomerasi tersebut bisa maju bersama-sama. Pola-pola itu akan dikembangkan di wilayah lain se-Jawa Tengah.
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga memaparkan terkait capaian investasi di Jawa Tengah. Sampai triwulan III 2026, investasi mencapai Rp72,54 triliun. Investasi Solo Raya pada periode yang sama mencapai sekitar Rp6,07 triliun. Konsep aglomerasi wilayah tersebut diperlukan untuk menopang investasi yang masuk, termasuk di wilayah lain di Jawa Tengah. Tujuan akhirnya, penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai informasi, gelaran Solo Raya Impact Award 2026 memberikan 14 penghargaan kepada pemerintah daerah, lembaga, dan tokoh inspiratif. Para penerima dinilai memberikan dampak positif terhadap pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, hingga pengembangan sumber daya manusia di wilayah Solo Raya. (Humas Jateng)*ul

