SEMARANG – Soehartini, janda berusia 60 tahun, tak mampu menyembunyikan rasa harunya, setelah menerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Perempuan kelahiran 1960 ini tinggal di rumah sederhana seorang diri di RT 01 RW 05 Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Dia menjadi satu di antara 28.471 orang penerima bansos tahap pertama untuk mereka yang terdampak virus Corona atau Covid-19. Baginya, bantuan itu bernilai besar mengingat selama ini dia tak punya pendapatan sedikit pun.
Selama ini, dia hanya mengandalkan pemberian uang dari anak semata wayangnya. Anaknya telah berumah tangga dan hidup bersama keluarga kecilnya di Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
“Saya cuma dikasih (uang) anak saja, tidak ada pensiun, tidak apa. Almarhum (suami) sudah meninggal pada 2005. Dulunya (karyawan) swasta,” ungkap Soeharti ditemui di rumahnya usai terima bantuan, Rabu (13/5/2020) sore.
Soehartini tak henti-hentinya berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas bantuan yang diberikan. Sebab, saat kondisi sulit yang dihadapinya, bantuan itu sangat berarti.
“Terima kasih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya haru.
Penerima bansos lain, Kusripah (67), mengungkapkan rasa senangnya menerima bantuan. Dua orang petugas dari PT Pos Indonesia, memberikan bantuan berupa sembako berbungkus kantung plastik warna merah.
“Seneng, tiyang mboten gadah, dibantu, seneng, nggih (senang, orang tidak punya, dibantu, senang ya),” ungkap warga RT 04 RW 05 Tegalsari, Kecamatan Candisari.
Dia menceritakan, selama ini hanya mengandalkan pemasukan dari suami yang bekerja serabutan, mulai dari menjual sampah hingga menjadi tukang gali kubur di pemakaman depan rumahnya.
Untuk penjualan sampah rongsokan, biasanya suaminya menjual setelah terkumpul banyak selama tiga bulan. Sedangkan dari gali kubur, kata dia, pemasukan suami juga tak tentu. Kadang bisa sampai Rp50 ribu, atau lebih.
Dia tinggal bersama suami dan dan anak-anaknya di rumah semi permanen sempit. Dalam kondisi kekurangan itu, bantuan dari Pemprov Jateng sangat penting untuk menyambung hidup keluarga.
“Saget kangge nyambung nyawa (bisa buat nyambung nyawa),” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, dua orang petugas PT Pos Indonesia mendapat jatah membagikan bantuan di wilayah sekitar Candisari, Mereka terlihat teliti membagikan bantuan agar efektif dan sesuai data penerima. Mereka mendatangi langsung ke alamat yang dituju.
Petugas juga memotret wajah, Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP, dan Kartu Keluarga (KK) penerima bansos, sekaligus tanda tangan digital. Sehingga terkonfirmasi ke PT Pos Indonesia dan Pemprov Jateng.
Seorang petugas PT Pos, Rizki Andi menuturkan, dia mendapatkan jatah membagikan bantuan sembako di wilayah Candisari, Perbalan, Tegalsari, dan sekitarnya.
“Total ada 66 paket, 66 (orang) warga,” katanya ditemui di sela-sela membagikan paket.
Sebagai informasi, Pemprov Jawa Tengah telah menyalurkan bansos tahap pertama kepada sebanyak 28.471 warga terdampak virus Corona atau Covid-19. Penyaluran bansos berupa paket sembako tersebut dikirimkan langsung ke rumah masing-masing, oleh petugas Pos Indonesia menggunakan sepeda motor dan mobil.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan penyaluran bansos kepada warga penerima bantuan menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)

