SEMARANG – Kolaborasi dan partisipasi menjadi kunci dalam mewujudkan penanganan hoaks yang efektif. Karena itu, Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan ekosistem penanganan hoaks melalui tiga skema, yaitu replikasi, integrasi, dan partisipasi.
Hal tersebut disampaikan Pranata Komputer Diskomdigi Jateng, Heru Kurniawan, dalam kegiatan Sosialisasi Pantauan Data Hoaks Jawa Tengah (Padhang), yang digelar secara daring, Senin (19/10/2026). Menurutnya, ketiga skema tersebut memberikan pilihan bagi pemerintah kabupaten/ kota, untuk berkolaborasi sesuai dengan kesiapan dan layanan yang telah dimiliki masing-masing daerah.
“Pertama, replikasi. Bagi pemerintah kabupaten/kota yang belum memiliki sistem atau layanan penanganan hoaks, dapat melakukan replikasi pada website masing-masing, dengan memasang plugin layanan Padhang yang disediakan secara gratis,” terang Heru.
Skema kedua adalah integrasi melalui Application Programming Interface (API), yang ditujukan bagi pemerintah kabupaten/ kota yang telah memiliki layanan penanganan hoaks. Melalui skema itu, layanan yang sudah ada dapat dihubungkan dengan Padhang, untuk mendukung pengelolaan basis data dan penanganan hoaks secara lebih efektif.
“Ketiga, partisipasi. Bagi pemerintah daerah, lembaga, maupun masyarakat yang belum dapat melakukan replikasi atau integrasi, tetap dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan informasi yang terindikasi hoaks melalui fitur Lapor Padhang, dan penempelan widget Padhang di website untuk update klarififikasi dari Padhang,” jelasnya.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Digital Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, mengatakan, kolaborasi dan komitmen bersama dalam penanganan hoaks menjadi menjadi kebutuhan mendesak di era keterbukaan informasi seperti saat ini.
“Kolaborasi dan partisipasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem penanganan hoaks yang efektif dan partisipatif dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta masyarakat,” tegasnya.
Lilik juga mengapresiasi antusiasme peserta dalam mendukung pengembangan ekosistem Padhang. Menurutnya, sistem tersebut akan terus disempurnakan melalui kolaborasi, partisipasi hingga pengembangan dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
“Semakin banyak pihak yang terlibat, diharapkan ekosistem penanganan hoaks akan semakin kuat, responsif dan berkelanjutan, sehingga dapat tercipta ruang digital yang aman dan nyaman,” pungkasnya.
Peserta sosialisasi dari Kabupaten Kendal, Eko Istanto, menyambut positif upaya Pemprov Jateng dalam penanganan hoaks.
“Padhang menjadi alat bantu untuk mendeteksi hoaks yang beredar di masyarakat. Selain itu, kolaborasi lintas daerah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem penanganan hoaks, dan bermanfaat untuk mencegah dampak buruk penyebaran hoaks,” tuturnya. (Lek/Ul, Diskomdigi Jateng)

