SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DPRD berkomitmen mengawal aspirasi pengemudi transportasi daring untuk mendapat kesejahteraan. Langkah konkretnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi akan menemui pemerintah pusat guna menyampaikan aspirasi pengemudi daring.
Hal itu disampaikan Luthfi saat menerima audiensi pengemudi ojek online (ojol) di Gedung A lantai 2 kompleks gubernuran, Selasa (19/5/2026). Pada pertemuan itu, pengemudi ojol, baik roda dua maupun roda empat, membawa setidaknya tiga aspirasi. Pertama, kenaikan tarif bagi pengemudi, kedua, payung hukum bagi pengemudi, dan ketiga, pengurangan beban potongan dari aplikator kepada pengemudi.
Luthfi mengatakan, kewenangan penentuan peraturan terkait ojol berada pada pemerintah pusat. Karenanya, Pemprov Jateng selalu menyampaikan aspirasi ojol melalui korespondensi dengan Kementerian Perhubungan.
Meski menjadi kewenangan pusat, Luthfi menganggap aspirasi ojol di Jateng merupakan keluhan masyarakatnya. Di samping itu, dia menyebut ojol turut berperan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kalau perlu surat (aspirasi) kasihkan saya. Saya berangkat ke Menhub, perwakilan ojol ikut saya. Jadi ini harus dikawal agar mengetahui hasilnya, khusus Provinsi Jawa Tengah,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong percepatan peraturan terkait transportasi online, yang tengah dibahas dalam program legislasi nasional (prolegnas). Di sisi internal Pemprov Jateng, Luthfi menyebut telah ada sejumlah produk hukum seperti surat keputusan gubernur.
“(Prolegnas) ini masih berproses. Maka saya minta surat keputusan Pj Gubernur itu dikaji ulang, dan dihubungkan dengan aspirasi teman-teman ini,” urainya.
Gayung bersambut, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto mendukung langkah Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Dia juga mendukung agar sejumlah program pengentasan kemiskinan yang dijalankan Pemprov Jateng, dapat menyasar pengemudi ojek online.
“Kita mendukung, nanti kalau perlu kita dorong. Ketika difoto tadi, saya juga langsung sampaikan ke Jakarta untuk ada tindak lanjut,” tuturnya.
Perwakilan pengemudi ojol, Rahmat, mengapresiasi langkah Pemprov Jateng dan DPRD Jateng.
“Saya sangat puas dengan jawaban-jawaban dari pemimpin kita. Harapan kami, seperti orang tua mendengar keluh kesah anaknya,” pungkasnya. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)

