SEMARANG – Anda sedang merasa demam? Flu, batuk atau sesak napas? Apalagi Anda pernah bepergian ke wilayah yang terjangkit dalam 14 hari terakhir. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit milik Pemprov Jateng. Mungkin saja itu gejala awal penyakit yang disebabkan oleh virus Corona (Covid-19). Soal biaya, jangan khawatir, dijamin gratis.

 

Seperti yang dilakukan oleh Bunga Ramadhani (25). Mahasiswi Unnes itu rela menempuh jarak jauh dari tempat kosnya di Gunungpati, untuk pergi memeriksakan diri ke RSUD Tugurejo Semarang, Kamis (19/3/2020). Dia bersama tiga kawan kos menyambangi Posko kesehatan Covid-19, di depan ruang Kenanga. Bunga, seperti halnya kebanyakan orang yang mengantre periksa, memakai masker. Sembari menunggu, ia bercerita tentang keluhan batuk pilek yang dialami.

 

Meski sedang tidak demam atau mengalami sesak nafas, ia mengaku ingin kepastian terhadap penyakitnya, apakah hanya flu biasa atau gejala awal Covid-19. Apalagi, ia sempat bepergian ke luar Jawa, pada bulan lalu.

 

“Saya sempat pergi ke Aceh bulan lalu. Nah, sekarang saya batuk pilek, maka saya ingin memeriksakan diri,” tutur gadis berkacamata itu.

 

Bunga bercerita, keinginannya untuk memeriksakan diri muncul setelah mengetahui postingan di media sosial. Karena tidak ingin tertular dan menulari orang-orang di sekitarnya, ia akhirnya secara sukarela bersama temannya periksa.

 

“Ya cuma ingin memastikan saja. Kalau negatif alhamdulillah. Teman saya ada yang pilek, tapi ada juga yang tidak sakit terus ikut. Ya ingin tahu saja, wong kita ini tinggal satu indekos,” paparnya.

 

Selain Bunga, di RSUD Tugurejo saat itu juga banyak warga yang mengantre di Posko Kesehatan Covid. Seperti Abdi, yang ingin memeriksakan kondisi tubuhnya mesti tidak menunjukkan gejala sakit.

 

“Kalau saya sih enggak sakit, tapi kemarin dari Tegal, naik kereta. Jadi ingin tahu apakah saya tertular atau tidak,” ungkap Abdi.

 

Wakil Direktur RSUD Tugurejo Semarang Prihatin Iman Nugroho menyebut, sejak dibuka, Poskes Covid-19 banyak diserbu warga yang ingin memeriksakan diri. Kebanyakan dari mereka mengeluh sakit flu, namun adapula yang tak bergejala mendatangi fasilitas kesehatan tersebut.

 

“Poskes Covid 19 ini kami dirikan sesuai perintah dari Pak Ganjar selaku Gubernur Jawa Tengah. Sejak dibuka pada Rabu (18/3/2020) banyak yang memeriksa diri secara sukarela. Kemarin ada 73 orang, hari ini kami belum tahu berapa, namun kemungkinan lebih banyak,” jelasnya.

 

Dikatakan, untuk dapat mengakses layanan Poskes Covid-19, syaratnya mudah. Cukup membawa kartu identitas berupa KTP atau tanda pengenal lain. Setelah mendaftar, petugas medis akan melakukan assessment awal, berupa pemeriksan suhu tubuh dan tekanan darah.

 

“Nah setelahnya ada sesi edukasi. Di sana dijelaskan tanda seseorang terkena Covid-19 atau flu biasa. Kemudian ada tahap pemeriksaan kembali sesuai assessment awal. Lalu ditentukan apakah dia perlu dirawat atau tidak. Datang saja mulai pukul 09.00 sampai 12.00,” urainya.

 

 

Siagakan 4 Ruang Isolasi Khusus

 

Ketika warga dicurigai memiliki risiko, baik dari segi kesehatan maupun riwayat perjalanan, maka akan dimasukan ke kategori lanjut. Menurut Prihatin, ada tiga kategori setelah warga melakukan assessment, yakni menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau tidak termasuk keduanya.

 

Jika orang tersebut termasuk kategori ODP, orang tersebut akan diberi pengarahan untuk melakukan isolasi diri di rumah. Akan tetapi jika dimasukkan dalam kategori PDP dengan perberatan penyakit, orang tersebut akan dirawat pada instalasi isolasi.

 

“Nah jika tak termasuk keduanya (ODP dan PDP) kami berikan edukasi agar menjalani hidup sehat,” imbuhnya.

 

Ditambahkan, RSUD Tugurejo kini memiliki empat ruang isolasi khusus pengidap Covid-19. Di ruangan tersebut, disiagakan dokter spesialis penyakit dalam, paru dan dokter lain yang berhubungan dengan penyakit tersebut. Setiap yang bertugas, diharuskan memakai alat pelindung diri (APD) yang sudah tersedia. Di antaranya, apron, sarung tangan, kacamata, hingga sepatu boot.

 

“Di Tugurejo, belum ada kasus positif Covid-19. Hanya ada beberapa pasien PDP. Untuk APD, saat ini terbatas namun masih mencukupi,” pungkas Prihatin.

 

Adapun, tujuh rumah sakit yang menyediakan fasilitas periksa Covid-19 gratis adalah, RSUD Dr Moewardi Surakarta, RSDU Kelet Jepara, RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang, RSJD Sudjarwadi Klaten, RSJD Surakarta, RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto, dan RSUD Tugurejo Semarang.

 

Sementara itu, total ada 58 rumah sakit di seluruh Jawa Tengah, yang siaga untuk merawat pasien terduga atau positif Covid-19. Pemprov juga menyediakan hotline Covid-19 di (024) 3580713 dan 082313600560. Adapula laman khusus yang memutakhirkan sebaran dan segala informasi tentang Corona Virus Disease yang beralamat di corona.jatengprov.go.id.  (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)