SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sigap merespons upaya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui Data Terpadu (DT) Jateng, sebanyak 22.340.412 data berhasil dipadankan dengan DTSEN yang dikelola Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Rapat koordinasi terkait pemutakhiran DTSEN digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (25/2/2025). Acara dihadiri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Plt Kepala BPS Jateng Endang Tri Wahyuningsih, Kepala Dinsos Jateng Imam Maskur, serta jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan, data merupakan instrumen penting dalam setiap pengambilan keputusan. Atas dasar itu, Pemprov Jateng menjalin kerja sama dengan BPS.
“Alhamdulillah, pemadanan dan integrasi DT Jateng dengan DTSEN telah berjalan. Ini dilakukan melalui application programming interface. Integrasi ini memungkinkan data terpadu Jawa Tengah menjadi salah satu input pemutakhiran proxy means test setiap tiga bulan, sehingga kita memiliki data pensasaran yang lebih presisi,” ujarnya.
Wagub menyebutkan, dari total 23.780.351 data yang dikelola Dinas Sosial Jateng, sebanyak 22.340.412 data telah padan dengan DTSEN. Sisanya, sekitar 1,4 juta data, masih belum terpadu.
Taj Yasin menargetkan sisa data itu dapat dirampungkan pada awal Januari 2026. Termasuk di dalamnya pemeringkatan desil 1–10 bagi 38,2 juta penduduk Jawa Tengah, sebagai dasar penentuan penerima bantuan.
“Manfaatnya sangat signifikan. Intervensi kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem bisa semakin tepat sasaran, sehingga upaya pengentasan kemiskinan dapat berlangsung lebih masif,” katanya.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, menekankan pentingnya pelibatan BPS dalam DTSEN untuk memastikan keberadaan satu data sosial ekonomi yang valid. Dia menegaskan, Kemensos terbuka terhadap perubahan data, mengingat kondisi lapangan sangat dinamis.
“Selain jalur formal mulai RT, RW, dan desa, kami membuka seluas-luasnya partisipasi masyarakat dalam menghadirkan data yang lebih akurat,” paparnya.
Gus Ipul, sapaannya, menambahkan, setiap aduan masyarakat akan direspons dan dicek langsung oleh petugas di lapangan. Setelah melalui proses verifikasi dan validasi, data final akan dikirimkan ke BPS.
“Setiap usulan dari mana pun datangnya selalu kami tindak lanjuti dengan ground check, verifikasi, dan validasi sesuai sumber daya yang kami miliki,” pungkasnya. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)

