SEMARANG – Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali melakukan siaran live Instagram untuk berbagi ilmu dan pengetahuan seputar peluang dan strategi usaha di masa pandemi Covid-19, Rabu (17/6/2020). Siaran live kali ini berbincang dengan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM  Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati.

 

“UKM yang terdampak sangat banyak, dari survei yang kami lakukan ada lebih dari 23 ribu UKM yang terdampak. Mayoritas UKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman. Selain itu juga fesyen, handycraft, karena pariwisata tidak ada, ditambah jasa dan perdagangan,” ujar Ema Rachmawati saat ditanya kondisi UKM di tengah pandemi.

 

Menurut Ema, persoalan yang paling mendasar bagi pelaku UKM saat ini adalah di sektor pemasaran. Sebab, di masa pandemi tidak semua orang bisa keluar rumah, atau dapat membeli produk yang dibutuhkan.

 

“Masalah paling banyak di pemasaran. Kalau produksi dan bahan baku masih bisa dilakukan. Jadi, tinggal kita dorong pemasarannya,” lanjutnya.

 

Hal yang  paling bisa dilakukan adalah dengan memsarkan produk melalui online. Di masa pandemi, penjualan online bahkan meningkat 200 persen dibanding kondisi normal sebelum isu Covid-19.

 

“Memang harus masuk online, masuk e-commerce. Kalau mau melihat peluang pasar, ya harus mengakses internet dan membaca medsos. Karena kalau melihat pasar online sekarang bahkan ada yang meraup dua kali lipat omsetnya,”  papar dia.

 

Ema menegaskan, pelaku UKM di Jawa Tengah yang masih belum menguasai internet atau pemanfaatan media social, dapat mendatangi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah maupun di tingkat kabupaten/ kota masing-masing.

 

“Akan dilayani secara gratis. Ada program Kakak Asuh, yakni pendampingan dari UKM yang sudah menguasai ke UKMK yang baru bergerak di internet. Kalau tidak, silakan datang ke dinas,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Siti Atikoh menambahkan, dalam memasarkan produk usaha lewat online tak kalah penting juga perlu memperhatikan kualitas, kemasan, dan juga bentuk promosinya.

 

“Kita tidak tahu kondisi pandemi ini sampai kapan. Tapi peluang usaha online menjadi salah satu jalan keluar bagi UKM. Tapi perlu diperhatikan tetap kualitas produk, kemasan dan bentuk promosi semenarik mungkin,” tuturnya.

 

Hal itu, imbuh Atikoh, testimoni customer sangat membantu perkembangan usaha yang sedang dijalankan.

 

“Jadi, seperti foto produk, cara menyampaikan atau mempromosikannya juga membutuhkan public speaking yang bagus. Karena calon costumer juga harus tahu apa produknya, sekaligus kegunaan dan keunggulannya,” katanya.

 

Di tengah terpuruknya sejumlah UKM, namun pandemi juga membuat sejumlah produk herbal justru mengalami peningkatan permintaan.

 

“Ada yang berdampak negatif, ada juga yang positif. Ramuan atau makanan herbal justru meningkat pesat di tengah pandemi. Jadi, meski pandemi, kita tetap harus survive dan terus berinovasi,” tandasnya. (Wk/Ul, Diskomdigi Jateng)