SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meminta para pengawas ketenagakerjaan untuk mendukung iklim investasi di wilayahnya. Sebab, keberadaan mereka strategis untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis.

 

Apalagi, pemerintah pusat menetapkan Jateng sebagai provinsi penumpu pangan dan industri, sehingga menuntut pengawas ketenagakerjaan ini bekerja lebih ekstra. Di antaranya dalam memastikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk meminimalisasi risiko kecelakaan kerja.

 

“Jadi pekerjaan pengawas ketenagakerjaan akan semakin padat. Karena yang harus diawasi dan dilindungi lebih banyak lagi,” jelas sekda, dalam Rapat Koordinasi Daerah Pengawasan Ketenagakerjaan, di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD), Selasa (29/7/2025).

 

Dikatakan, tugas pengawas ketenagakerjaan harus menjadi jembatan penyeimbang hak dan kewajiban, antara kebutuhan pemberi kerja dan pekerja.

 

“Komitmen kita semua mengawal jalannya keseimbangan antara pekerja dengan pemberi kerja. Dengan situasi yang seimbang, akan menjadikan investasi di Jawa Tengah menarik,” ucap Sumarno.

 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Tengah, Abdul Aziz mengatakan, jumlah perusahaan di Jawa Tengah per Juli 2025 sebanyak 102.651 perusahaan, dengan jumlah tenaga kerja 2.287.881 orang.

 

“Angka ini tentunya terus bertambah, seiring pertumbuhan industri di Jawa Tengah,” bebernya.

 

Menurut Aziz, pengawasan ketenagakerjaan memegang peranan penting dalam menciptakan iklim kerja yang produktif, adil, dan harmonis.

 

Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak-hak pekerja terlindungi, kewajiban pengusaha terpenuhi, serta menciptakan kepatuhan terhadap norma-norma ketenagakerjaan.

 

Saat ini fungsi pengawasan ketenagakerjaan di Jawa Tengah dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, melalui bidang pengawasan ketenagakerjaan, dan enam satuan pengawasan ketenagakerjaan wilayah Pati, Semarang, Pekalongan, Banyumas, Magelang, dan Surakarta.

 

“Total jumlah pengawas ketenagakerjaan 131 orang,” tandas Aziz. (Humas Jateng)*ul